


Tentang Kami
PT. JOWO LAND CONSTRUCTION – Kontraktor Bore Pile
Berdiri sejak tahun 2012, PT Jowo Land Construction (JLC) berfokus pada layanan jasa bore pile.
Bermetamorfosa menjadi perusahaan kontraktor bore pile profesional. Melalui penyatuan visi dan misi, kemampuan inovasi tinggi, dan teknologi mutakhir.
PT. JOWO LAND CONSTRUCTION akan terus berkomitmen dan bersinergi untuk memajukan industri Konstruksi di Indonesia. Demi mewujudkan Indonesia emas 2045.
Company Profile
Visi & Misi PT. JOWO LAND CONSTRUCTION
Visi
Menjadi perusahaan Kontraktor bore pile terdepan di Indonesia yang diakui atas kualitas pekerjaan, inovasi teknologi, reputasi, integritas, dan profesionalisme tim.
Misi
Layanan Bor pile
Layanan Jasa Bore Pile Murah
Kami melayani pembuatan pondasi bore pile dengan biaya terjangkau namun tetap mengutamakan kualitas layanan. Diluaran sana banyak penyedia layanan bor pile yang menawarkan biaya sangat murah. Namun, kami jamin mereka tidak amanah. Karena pekerjaan layanan bore pile sangat berat, selain itu membutuhkan tenaga kerja yang ahli dan profesional.
Butuh Penyedia Jasa Bore Pile??

Faktor yang mempengaruhi Harga bore pile Per titik
Harga Jasa Bore Pile per meter?
Biaya pengerjaan pondasi bore pile dihitung berdasarkan kedalaman per meter yang diperoleh. Akan tetapi, ada biaya tambahan seperti biaya mobilisasi demobilisasi alat drilling dan tenaga kerja. Ada juga biaya charge minimum apabila project dengan kuantitas sedikit.
untuk Analisa Harga SATUAN PEKERJAAN Bore Pile, kita perlu tahu faktor yang mempengaruhi biaya bore pile:
1. Spesifikasi pondasi bore pile
Diameter lubang, spesifikasi pembesian, dan kedalaman pengeboran.
2. Kuantitas pekerjaan tiang bore Pile
Semakin banyak kuantitas pekerjaan semakin murah biaya bore pile.
3. Hasil penyelidikan tanah (Sondier & SPT)
Apabila dalam penyelidikan tanah hasilnya adalah tanah keras (batu) maka biayanya bisa lebih mahal.
4. Lokasi proyek
semakin jauh (sulit dijangkau) maka biaya mobilisasi alat dan tenaga cenderung tinggi.






Pengenalan Pondasi Bor (Bored Pile)
Definisi / Pengertian Pondasi Bore pile
Pondasi Bore pile adalah pondasi berbentuk tabung silinder yang berfungsi untuk mendistribusikan beban struktur bangunan kedalam lapisan tanah terkeras, sehingga bangunan yang dibangun diatasnya dapat berdiri kokoh serta tahan terhadap gempa dan tanah amblas.
Metode pembuatan pondasi bore pile adalah dengan melubangi atau mengebor tanah mencapai kedalaman tertentu, kemudian diisi dengan besi spiral, lalu dilakukan pengecoran beton.
Bored piles are cylindrical bodies made of concrete (with or without reinforcement) which are installed in the ground by a variety of methods. They transmit high structural loads into lower, load-bearing soils. When installed in rows or in secant configuration they can form a supporting wall for an excavation pit or cut in the terrain, or block off groundwater. The length, diameter, material, shape and layout of the piles can be varied according to their intended use.
Perbedaan Pondasi Bor Pile dan Tiang Pancang
Perbedaan utama tiang pancang dan bore pile terletak pada proses pemasangan. Pondasi bore pile dilakukan pengecoran di tempat (insitu) sedangkan Tiang pancang dilakukan pengecoran di pabrik (exsitu)
Kelebihan dan Kekurangan Jasa Bore Pile VS Tiang pancang
➜ Kelebihan Menggunakan Jasa Bore Pile
- Pemasangan pondasi bore pile tidak mengganggu bangunan sekitar, terutama di lingkungan padat penduduk.
- Tidak ada resiko kenaikan muka tanah, karena pemasangan tiang dengan cara dibor dan pengecoran insitu berbeda dengan tiang pancang yang ditancapkan (pengecoran Exsitu).
- Tiang bore pile dapat dipasang menembus batuan keras, sedangkan tiang pancang akan patah.
- Diameter tiang memungkinkan dibuat besar, bahkan dapat dibuat diameter 2-3 meter (tergantung besarnya mata bor drilling rig). Berbeda dengan tiang pancang yang terbatas disebabkan mobilisasi beton pancang yang berat.
- Kedalaman pondasi bore pile dapat divariasikan.
➜ Kekurangan Pondasi Bore Pile
- Proses pengeboran diperlukan pengetahuan dan skill khusus mengenai geoteknik kondisi di dalam tanah.
- Mutu beton agak sulit di kontrol, karena berada dibawah tanah.
- Akan terjadi longsoran lubang bore, apabila tanah dalam kondisi labil (rawan longsor).
- Diperlukan perlatan khusus dan pengawasan yang ketat, agar pemasangan pondasi bore pile dapat optimal.
Jenis-jenis Pondasi Bor Pile
1. Jenis pondasi bore pile berdasarkan mekanisme transfer beban
- Tiang bor lurus untuk tanah keras
- Tiang bor dengan ujung diperbesar berbentuk bola / genthong
- Pondasi bor dengan ujung diperbesar berbentuk trapesium
2. Jenis pondasi bore pile berdasarkan metode pelaksanaan
- Dry Method (pengeboran kering) ➜ metode ini dilaksanakan apabila muka air tanah berada jauh dibawah kedalaman rencana pengeboran.
- Wash Boring Method (pengeboran basah) ➜ metode pengeboran dengan cara menyemburkan air bertekanan tinggi sehingga material tanah akan terbawa dengan sirkulasi air.
- Casing Method (pengeboran menggunakan casing) ➜ pemasangan casing bore pile digunakan apabila tanah rawan longsor, misalkan kondisi tanah pasir bersih tanpa clay. Sehingga diperlukan pipa selubung baja (casing bored pile) untuk menahan tanah longsor.
- WET / Slurry Method (menggunakan larutan polimer) ➜ pengaplikasian Slurry Bentonite digunakan apabila tanah mudah longsor. Fungsi Slurry adalah untuk melapisi dan mengikat tanah pasir agar tidak longsor.
3. Jenis pondasi bore pile berdasarkan Peralatan
- Bore Pile Hydraulic (Excavator bore pile) ➜ Menggunakan alat berat bore pile (drilling rig) yang canggih. Mampu mengerjakan diameter besar dan kedalaman maksimal. Sangat cocok untuk project besar seperti: Apartemen, Hotel, Gedung tinggi, Jalan Tol, dan Pelabuhan.
- Mesin mini crane / Gawangan ➜ Mesin rakitan lokal yang dapat diandalkan. Memungkinkan pengeboran diameter 30-80 cm dan mampu mencapai kedalaman 30 meter. Sangat cocok digunakan untuk proyek menengah seperti: bangunan 2-4 lantai, Rumah pribadi, Ruko, dan Pabrik.
- Strauss Pile (Bore Pile Manual) ➜ Pengerjaan menggunakan tenaga manusia (jasa strauss pile). Dikarenakan keterbatasan tenaga manual, sehingga hanya mampu mengerjakan diameter 25-40 cm dan kedalaman sampai 8 meter. Sangat cocok digunakan untuk proyek kecil seperti: Rumah pribadi 2-4 lantai, Ruko, Villa, dan Kolam renang.

Pemilihan kontraktor bore pile dengan alat yang tepat, adalah faktor yang sangat krusial. Agar dalam pengerjaan tiang bored pile dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan. Hal ini bertujuan agar tercapainya kemampuan bore pile untuk menahan beban vertikal (Daya Dukung Aksial) maupun horizontal (Daya Dukung Lateral) dari bangunan.

Perencanaan Desain Ukuran Pondasi Bore Pile
Untuk merencanakan ukuran pondasi bore pile yang tepat, harus dilakukan pengambilan data tanah dan investigasi geoteknik di lapangan. Pengambilan soil investigation di lapangan dapat dilakukan dengan metode:
1. Data Sondir / Cone Penetration Test (CPT)
Sondir adalah metode pengujian Geoteknik yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah. Dengan cara memasukkan alat sondir ke dalam tanah untuk mengukur perlawanan (hambatan) terhadap penetrasi. Berikut beberapa metode perhitungan yang dapat dipakai: Metode Aoki & De Alencar (Prof. N. Aoki dan J.A. De Alencar), Schmertmann & Nottingham (J.H. Schmertmann dan D. Nottingham 1975), Mayerhoff.

2. Data N-SPT (Standard Penetration Test)
Pengujian SPT dilakukan dengan cara memasukkan tabung sampel ke dalam tanah dengan cara dipukul menggunakan palu pemberat (hammer). Jumlah pukulan yang dibutuhkan untuk memasukkan tabung sampel sedalam 30 cm terakhir disebut dengan N-value atau angka pukulan SPT. Angka N ini menjadi indikator kepadatan dan kekuatan tanah. Metode yang dapat dipakai: Metode Luciano Decourt (1987), Michael W. O’Neil dan Lyman C. Reese (1989)
Komponen Kapasitas Daya Dukung Pondasi Bor Pile
- Daya dukung ujung (End Bearing Capacity) ➜ Qp
- Daya dukung gesek selimut (Friction Bearing Capacity) ➜ Qs
- Kombinasi Qu = Qp + Qs
Kategori Tanah Untuk Desain Pondasi Bore Pile Tahan Gempa
Penentuan kategori tanah untuk merencanakan desain pondasi tahan gempa harus memperhatikan daya dukung bangunan tahan gempa, didasarkan pada SNI-1726-2012. Terdapat tiga parameter yang dijadikan acuan yaitu nilai N dari SPT (standard penetration test), nilai kecepatan gelombang geser Vs (wave velocity S), dan kekuatan geser tanah tak terdrainase Su.
Berdasarkan penyelidikan geoteknik di lapangan didapatkan data sondir dan N-SPT tersebut, perencana struktur dapat membuat desain pondasi yang tepat dan kokoh supaya tahan terhadap gempa bumi.
Metode Pelaksanaan Bore Pile
Panduan praktis tentang metode pelaksanaan bore pile, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian. Pekerjaan bore pile memerlukan pengetahuan dan skill khusus, agar pengerjaan pondasi bore pile dapat terlaksana sesuai perencanaan.
Metode Kontrol Mutu Jasa Bore Pile
Pengujian daya dukung tiang bore pile sangat penting untuk memastikan bahwa pondasi tiang bored pile mampu menahan beban struktur sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah beberapa metode pengujian yang umum digunakan:
Pengujian Daya Dukung Pondasi Bored Pile
1. Uji Pembebanan Statis (Static Load Test)
- Prinsip:
- Uji ini dilakukan dengan memberikan beban secara bertahap pada tiang bore pile dan mengukur penurunan yang terjadi.
- Hasil pengujian akan memberikan informasi mengenai hubungan antara beban dan penurunan tiang, yang digunakan untuk menentukan daya dukung tiang.
- Jenis Uji:
- Uji Pembebanan Tekan (Compression Load Test): Memberikan beban tekan pada tiang.
- Uji Pembebanan Tarik (Tension Load Test): Memberikan beban tarik pada tiang.
- Uji Pembebanan Lateral (Lateral Load Test): Memberikan beban horizontal pada tiang.
- Kelebihan:
- Memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan.
- Dapat digunakan untuk berbagai jenis tanah dan kondisi lapangan.
- Kekurangan:
- Membutuhkan waktu dan biaya yang relatif besar.
- Membutuhkan peralatan yang khusus dan tenaga ahli yang berpengalaman.
2. Uji Pembebanan Dinamis (Dynamic Load Test)
- Prinsip:
- Uji ini dilakukan dengan memberikan beban kejut pada tiang bore pile dan mengukur respons dinamis tiang.
- Hasil pengujian akan memberikan informasi mengenai daya dukung tiang berdasarkan analisis gelombang yang terjadi.
- Jenis Uji:
- High Strain Dynamic Pile Test (HSDPT) atau Pile Driving Analyzer (PDA): Menggunakan alat ukur untuk merekam gelombang tegangan dan percepatan pada tiang.
- Kelebihan:
- Lebih cepat dan ekonomis dibandingkan uji pembebanan statis.
- Dapat digunakan untuk menguji sejumlah besar tiang dalam waktu yang relatif singkat.
- Kekurangan:
- Hasil pengujian lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis alat ukur dan kondisi tanah.
- Membutuhkan interpretasi data yang cermat oleh tenaga ahli.
Pengujian Keutuhan Pondasi Bore Pile
1. Uji Integritas Tiang (Pile Integrity Test/PIT)
- Prinsip:
- PIT adalah metode pengujian non-destruktif yang menggunakan gelombang suara untuk mendeteksi cacat atau kerusakan pada tiang bore pile.
- Sebuah palu khusus digunakan untuk memberikan pukulan ringan pada kepala tiang, dan sensor accelerometer merekam respons gelombang yang dihasilkan.
- Analisis gelombang yang direkam dapat menunjukkan adanya perubahan penampang tiang, retakan, atau rongga dalam beton.
- Kelebihan:
- Relatif cepat dan ekonomis.
- Dapat digunakan untuk menguji sejumlah besar tiang dalam waktu singkat.
- Tidak merusak tiang.
- Kekurangan:
- Kurang efektif untuk mendeteksi cacat yang dalam atau kecil.
- Hasil pengujian memerlukan interpretasi oleh tenaga ahli yang berpengalaman.
2. Uji Sonic Logging (Crosshole Sonic Logging/CSL)
- Prinsip:
- CSL menggunakan dua atau lebih tabung yang ditanam di dalam tiang sebelum pengecoran.
- Transduser ultrasonik diturunkan ke dalam satu tabung, dan penerima diturunkan ke dalam tabung lainnya.
- Gelombang ultrasonik dipancarkan dari transduser ke penerima, dan waktu tempuh gelombang diukur.
- Perubahan waktu tempuh gelombang dapat menunjukkan adanya cacat atau perubahan kualitas beton di antara tabung-tabung tersebut.
- Kelebihan:
- Lebih akurat daripada PIT dalam mendeteksi cacat internal.
- Dapat memberikan informasi tentang kualitas beton di seluruh panjang tiang.
- Kekurangan:
- Membutuhkan pemasangan tabung sebelum pengecoran, yang dapat menambah biaya dan kompleksitas.
- Tidak dapat digunakan pada tiang yang sudah selesai dicor tanpa tabung.